RTRW

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias telah menyusun rancangan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Aceh (RTRWA) dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota (RTRWK). Idealnya, penyusunan  dimulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota hingga tingkat detil di kecamatan. Namun, dalam penyusunan rencana tata ruang di Provinsi Aceh urutan kegiatan tersebut tidak dilakukan. BRR NAD-Nias menyusun rancangan RTRWA dan beberapa rancangan RTRWK secara bersamaan waktunya dan selesai pada tahun 2008.  Karena itu, RTRWK yang ada perlu dikritisi dan diperiksa kesesuaiannya dengan RTRWA.

Untuk memayungi RTRW yang ada, BAPPEDA Aceh bersama instansi terkait lainnya telah pula menyusun Rancangan Buku RTRW dan Rancangan Qanun RTRW Aceh. Diharapkan agar Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) segera mengesahkannya menjadi qanun (perda).

Yang tidak kalah penting adalah bahwa masyarakat harus mematuhi RTRW. Karena itu, naskah RTRW harus dipublikasikan secara luas sehingga masyarakat tahu kawasan mana yang boleh digunakan (kawasan budidaya) dan mana yang tidak boleh diganggu (kawasan lindung).

Berikut ini adalah rancangan RTRW yang didokumentasikan oleh Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh (lihat pula RDTR, RTRK dan RPD/Village Planning):

Catatan:

Umumnya file dipaketkan dalam format tar.gz atau zip. Bagi pengguna Windows, ekstrak file tersebut dengan 7-zip, IZarc, atau aplikasi sejenis lainnya. Sedang bagi pengguna Linux (misal, Ubuntu, Caxradonya, dsb.) klik kanan pada file, lalu pilih “Extract Here”. File dari AutoCAD (.dwg) dapat dibuka dengan AutoCAD,  Free DWG Viewer, atau VariCAD Viewer.

4 Responses to RTRW

  1. syauki abrar says:

    Nah, ini dia yang saya cari2. Makasih…

  2. afriadi says:

    untung ada data yang ini ni..
    bisa lancar Tugas akhir saya..
    makasih byk..

  3. wati says:

    Terima kasih sudah memposting informasi dan data RTRW, saya pikir ini salah satu cara untuk perencanaan kota secara partisipatif. Bagaimana masyarakat mau memberikan pendapat dan saran2 kalo mereka tidak pernah tau apa yang sedang direncanakan?? Perencana tidak boleh merasa yang paling tau apa kebutuhan masyarakat yang harus dibangun, masyarakat sendirilah yang paling tau akan kebutuhan mereka.

    Salam hangat dari Virginia Tech

  4. yushar kurniawan says:

    perencanaan yang baik dimulai dari data, terima kasih..

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>