Jalan

Rencana Ring Road Banda Aceh

Rencana Ring Road Banda Aceh

Pepatah Cina mengatakan: “Jika ingin maju, buatlah jalan“. Memang, transportasi darat, laut, dan udara menjadi salah-satu urat nadi pembangunan. Karena itu, Pemerintah Aceh mengupayakan agar sektor ini semakin berkembang di masa yang akan datang.

Simak paparan berikut ini:

Berikut ini adalah kondisi umum jalan lintas barat Aceh yang direkam (berformat .mpeg) pada tanggal 07-08 Mei 2010.

Launch in external player

This entry was posted in Adm. Pemb. Permukiman & Infrastruktur. Bookmark the permalink.

One Response to Jalan

  1. wati says:

    Saya pikir pembangunan dan pelebaran jalan yang terus-menerus dilakukan bukan solusi yang “sustainable” untuk mengatasi permasalahan transportasi (macet, kecelakaan, polusi udara, dsb). Banyak nya unit jalan yang dibangun tdak bisa menghambat pertumbuhan kendaraan, bahkan makin lama makin bertambah (karena jalan sudah bagus dan nyaman untuk berkendaraan), dan akhirnya “supply” jalan pun tidak akan pernah mampu untuk memenuhi tingkat kebutuhan pengguna kendaraan.

    Menurut saya sudah saatnya pemerintah Banda Aceh memikirkan alternatif sistem tranportasi yang lebih ramah lingkungan dan affordable untuk semua masyarakat, contohnya dengan menggalakkan trasportasi bersepeda, dan jalan kaki. Memang bukan pekerjaan yang mudah apalagi ketika ide ini akan diimplementasikan, namun bukan juga mustahil untuk dilaksanakan. Banyak contoh kota-kota di negara berkembang lainnya yang telah menerapkan sustainable transportation dengan lebih mengutamakan pejalan kaki dan bersepeda, coontohnya: kota Bogotta, Colombia. Kita bisa belajar dari mereka apa saja strategi2 yang digunakan.

    Menurut saya, yang perlu dilakukan adalah:
    1. Jangan membangun jalan2 lagi
    2. Tingkatkan perawatan jalan yang sudah ada dengan memberikan sidewalks (trotoar) dan pohon2 pinggir jalan yang nyaman untuk pejalan kaki.
    3. Fasilitas2 untuk pejalan kaki yang ada sekarang dibenahi, misalnya trotoar jangan diijinkan untuk tempat penjual kaki lima, trotoar jangan naik turun dan terlalu tinggi, harus bisa diakses oleh penyandang cacat juga, dan ditanami pohon2 yang teduh sehingga tidak kepanasan.
    4. Mulai untuk membangun “bike trail” jalur khusus untuk bersepeda, diintegrasikan dengan jalan utama ataupun dibangun terpisah antara jalur pejalan kaki dan kendaraan bermotor. Banyak kok contoh2 studi kasus yang bisa kita ambil.
    5. Mulai untuk mensosialisasikan keuntungan (kesehatan, finansial, lingkungan, dsb) dari bersepeda dan jalan kaki.

    Apalagi visi dari kota Banda Aceh ingin menjadi kota bandar wisata yang islami, saya pikir transportasi model seperti ini akan sangat mendukung. Bagaimana orang bisa menikmati keindahan dan kenyamanan kota dan situs bersejarah lainnya kalo mereka gerah, macet, dan banyak polusi :(

    Wati, Urban & Regional Planning, Virginia Tech.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>